Cianjur – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendidikan anak usia dini tidak lagi cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik. Anak-anak perlu dibekali dengan karakter Islami, kecakapan abad ke-21, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi secara bijaksana. Berangkat dari semangat tersebut, TK ABA Insan Mentari menghadirkan konsep pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan pembelajaran teknologi sejak usia dini.
Berlokasi di Jl. Cilengsar No. 10 RT 02 RW 14, Islamic Centre Muhammadiyah Cipanas, TK ABA Insan Mentari memiliki sejumlah program unggulan, yaitu Program Qurani, Koding Anak, Robotik Anak, dan Virtual Reality (VR). Keempat program tersebut dirancang untuk membentuk generasi Qurani yang cerdas, kreatif, berkarakter, sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Sebagai bentuk komitmen dalam membangun pendidikan yang melibatkan keluarga, TK ABA Insan Mentari menyelenggarakan Parenting Perdana pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut menghadirkan Santi Nurbaeti, S.Psi., C.H. sebagai narasumber dan dihadiri oleh jajaran Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Cipanas, dewan guru, serta seluruh orang tua dan wali murid TK ABA Insan Mentari.
Dalam pemaparannya, Santi Nurbaeti menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan peran keluarga dalam mendidik anak.
"Di era digital seperti sekarang, anak-anak tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Oleh karena itu, mereka tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga kasih sayang, perhatian, bimbingan, dan keteladanan dari orang tua."
Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan yang berlandaskan kasih sayang akan membentuk karakter anak yang kuat.
"Pendidikan yang dimulai dengan hati dan dibimbing dengan cinta akan melahirkan anak-anak yang berakhlak mulia, mandiri, serta mampu menggunakan teknologi secara bijaksana sesuai nilai-nilai Islami."
Menutup materinya, Santi mengingatkan bahwa hal yang paling berharga bagi seorang anak bukanlah materi, melainkan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua.
"Anak mungkin akan melupakan hadiah yang kita berikan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana kita membuat mereka merasa dicintai."
Suasana parenting berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh antusias. Para orang tua mengikuti setiap sesi dengan serius serta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan pengasuhan anak di era digital. Banyak peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi langkah awal TK ABA Insan Mentari dalam membangun kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan terampil memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai bekal menghadapi masa depan.
Tulis Komentar