Mediacianjur.or.id – Pimpinan
Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipanas menyelenggarakan Sholat Idul Fitri 1447
Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026, yang bertempat di Lapangan Pondok Pesantren
Islamic Centre Muhammadiyah Cipanas. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan jamaah
dari berbagai wilayah sekitar dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.
Bertindak sebagai imam dan khotib
dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri tersebut adalah Ustadz Sofyan Tsaury. Dalam
khutbahnya, beliau menyampaikan pesan mendalam terkait makna Idul Fitri di
tengah dinamika kehidupan umat Islam saat ini.
Ustadz Sofyan menyinggung adanya
perbedaan dalam penentuan hari raya Idul Fitri yang kerap terjadi di tengah
umat. Namun demikian, beliau menekankan bahwa perbedaan tersebut hendaknya
tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan harus disikapi dengan bijak dalam
semangat Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin—agama yang membawa rahmat bagi
seluruh alam.
Lebih lanjut, khutbah juga
mengangkat berbagai fenomena konflik yang terjadi belakangan ini, baik dalam
skala global maupun domestik. Ia menyoroti peristiwa geopolitik, khususnya
konflik di kawasan Timur Tengah, serta dinamika politik dalam negeri yang kerap
memperlihatkan pertentangan akibat dorongan nafsu dan amarah.
“Peristiwa-peristiwa yang kita
saksikan hari ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua, agar tidak
terjebak dalam sikap yang mempertontonkan angkara murka, melainkan mampu
menjaga diri sebagai insan yang beriman,” ungkapnya dalam khutbah.
Dalam konteks ibadah Ramadan yang
telah dijalani, Ustadz Sofyan mengajak jamaah untuk merenungkan hikmah shaum
(puasa). Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah membentuk
pribadi yang bertakwa dan menjadi hamba yang diridhai oleh Allah SWT.
Menurutnya, terdapat sejumlah
hikmah penting dari ibadah puasa, di antaranya adalah melatih kesabaran,
kemampuan menjaga diri, serta membentuk karakter empati terhadap sesama. “Orang
yang berhasil dalam shaum adalah mereka yang mampu memelihara dirinya, memiliki
empati, serta tidak pernah meninggalkan saudaranya dalam kesulitan,” jelasnya.
Selain itu, puasa juga
mengajarkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Memasuki bulan Syawal,
jamaah diharapkan tetap membawa bekal spiritual yang telah terasah selama
Ramadan, terutama dalam menjaga konsistensi berinfak dan bersedekah.
Menutup khutbahnya, Ustadz Sofyan
mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat
persaudaraan, meningkatkan ketakwaan, serta terus menebarkan kebaikan di tengah
masyarakat.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di
Lapangan Islamic Centre Muhammadiyah Cipanas ini menjadi wujud nyata
kebersamaan umat dalam merayakan hari kemenangan dengan penuh makna dan
refleksi diri.#mpi
Tulis Komentar