Keterangan Gambar : poto istimewa
CIANJUR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur
terus memperkuat kapasitas kader dakwah melalui Pelatihan
Mubaligh/Mubalighah dan Kader Mubaligh Muda Muhammadiyah yang digelar di
Aula SMK Teknik Muhammadiyah Cianjur, Jalan Dr. Muwardi No. 120 A, Bypass
Cianjur, Sabtu–Minggu, 5–6 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang
merupakan perwakilan dari berbagai cabang dan ranting Muhammadiyah di Kabupaten
Cianjur. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis Muhammadiyah
Cianjur dalam menyiapkan kader mubaligh yang memiliki kapasitas keilmuan,
akhlak, serta kemampuan dakwah yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Panitia pelaksana, Yose Rizal, mengatakan bahwa PDM
Cianjur pada tahun ini menjalankan tiga program substantif sebagai bagian dari
penguatan sumber daya manusia Muhammadiyah.
“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cianjur dalam tahun ini
melaksanakan tiga program substantif, yaitu upgrading mubaligh/mubalighoh dan
pelatihan kader mubaligh muda Muhammadiyah, Baitul Arqam untuk seluruh GTK
sekolah-sekolah Muhammadiyah, serta upgrading guru-guru AIK se-Kabupaten
Cianjur,” ujar Yose.
Menurutnya, pelatihan mubaligh ini diharapkan tidak hanya
menghasilkan peserta yang memiliki kemampuan menyampaikan materi dakwah, tetapi
juga melahirkan kader yang siap diterjunkan ke berbagai wilayah binaan
Muhammadiyah.
“Kami berharap Muhammadiyah Cianjur dapat menambah jumlah
mubaligh yang siap didistribusikan ke seluruh daerah binaan Muhammadiyah,
terutama di wilayah-wilayah terpencil,” katanya.
Dakwah Harus Dibarengi Keteladanan
Dalam pembukaan kegiatan, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat
Muhammadiyah, Dr. Waluyo, Lc., M.A., menekankan bahwa dakwah
Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada aktivitas menyampaikan ceramah semata.
“Dakwah Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan menyampaikan
ceramah, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan, pembinaan, dan
pemberdayaan umat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para mubaligh agar mampu menyikapi
perbedaan di tengah masyarakat secara bijaksana. Menurutnya, seorang mubaligh
perlu membedakan antara perbedaan yang bersifat wajar dengan perbedaan yang
dapat berkembang menjadi pertentangan dan fanatisme.
“Seorang mubaligh dituntut memiliki akidah yang lurus, iman
yang kuat, akhlak mulia, wawasan keilmuan yang luas, kesabaran, serta mampu
menjadi teladan nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Waluyo menegaskan bahwa semangat pembaruan
yang menjadi salah satu akar gerakan Muhammadiyah harus terus diwujudkan dalam
praktik dakwah amar makruf nahi munkar yang sesuai dengan tantangan zaman.
Dakwah, kata dia, perlu dilakukan dengan hikmah, nasihat
yang baik, dialog yang santun, serta pendekatan yang menyesuaikan kondisi dan
kebutuhan masyarakat.
Menguatkan Dakwah Berbasis Amal Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Waluyo juga mengingatkan
pentingnya menjadikan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
(MKCH) sebagai salah satu landasan dalam menjalankan aktivitas dakwah.
Nilai tauhid, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah,
menurutnya, harus diterjemahkan ke dalam amal nyata yang memberikan manfaat
langsung bagi masyarakat.
Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang
gerakan Muhammadiyah, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial,
pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan fungsi masjid.
“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga harus
menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,”
tegasnya.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut
diharapkan menjadi momentum penguatan kaderisasi dakwah di lingkungan
Muhammadiyah Cianjur.
Sebagai tindak lanjut, PDM Cianjur menargetkan lahirnya kader-kader
mubaligh Muhammadiyah yang memiliki kesiapan untuk berkiprah di tengah
masyarakat serta mampu membawa semangat dakwah Muhammadiyah secara bijak,
santun, dan berkemajuan.
Dengan demikian, pelatihan ini tidak berhenti sebagai
kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi menjadi bagian dari proses kaderisasi
yang berkelanjutan untuk memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten
Cianjur.
Tulis Komentar